Sabtu, 28 Februari 2015

17 RAHASIA BESAR ANAK

Kepada orangtuaku tersayang, Aku ingin sekali berbagi rahasia denganmu, tentang apa yang membuatku, sebagai anak, merasa nyaman, bisa selalu tersenyum, dan bahagia menjalani hidupku. Aku harap, semua orangtua di seluruh dunia membaca ini!
1. Ketika kau katakan padaku bahwa kau mencintaiku, aku merasa aman.
2. Ketika kau membuktikan cintamu padaku, aku tumbuh dengan percaya diri.
3. Aku merasa dicintai saat kau memberiku perhatian.
4. Ketika kau memilih tidak mengangkat telpon demi menikmati waktu bersamaku, aku merasa lebih penting dari apapun dan siapapun di dunia ini.
5. Ketika kau mengingat ha-hal kecil, seperti ukuran sepatuku, warna favoritku, hobiku, makanan kesukaanku, aku merasa berharga meski kau juga sayang pada kakak dan adik. Selalu ada beribu cara yang membuatku merasa sangat spesial.
6. Aku ingin sekali membahagiakanmu dan membuatmu bangga. Berikanlah pujian dan pengakuan padaku. Aku sangat bahagia ketika aku tau kau menyukai apa yang kulakukan.
7. Aku nyaman sekali jika kau memelukku beberapa menit sebelum aku tidur. Peluklah aku 4 kali sehari, maka aku merasa ada. Jika kau memelukku 8 kali sehari, aku merasa diterima oleh dunia. Dan peluklah aku 12 kali sehari, maka aku akan merasa sangat berharga.
8. Aku membutuhkanmu mendengarkanku. Tugas sekolah dan teman mainku membuatku merasa stress. Ketika aku pulang sekolah, dengarkan aku dengan terbuka dan jangan menilai. Aku membutuhkan empatimu dan dukunganmu.
9. Jika aku melakukan kesalahan, tolong jangan salahkan aku. Aku sudah cukup merasa bersalah. Bantu aku dengan bertanya, "Apakah kamu bisa menyelesaikan ini dengan lebih baik?", dan "Bagaimana jika kamu selesaikan ini sekarang?"
10. Ketika kau berteriak kepadaku, duniaku seakan runtuh. Aku merasa takut. Yang aku pikirkan hanyalah, "Tolong berhenti berteriak". Aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan. Aku betul-betul merasa terancam.
11. Aku menirumu ketika kau memperlakukan orang lain. Ketika kau menghargai oranglain, aku belajar menghargaimu. Ketika kau menyelesaikan masalah dengan cara yang baik, aku belajar menyelesaikan masalah tanpa marah.
12. Jangan membuatku bingung. Kadang kau bilang sayang padaku, tapi kadang kau bilang aku membuatmu gila. Kadang aku berpikir apakah kau bahagia aku terlahir di dunia ini?
13. Bersabarlah kepadaku. Tentu saja aku bukan manusia sempurna! Aku butuh belajar, tumbuh, dan mengatasi hal-hal buruk/negatif. Tolong bantu aku dengan menekankan nilai kebaikan padaku. Tunjukkan padaku dengan kasih sayang, bagaimana yang seharusnya kulakukan. Bersabarlah dan tetaplah menjadi orang dewasa dalam hal hubungan kita. Tolong ingat berubah itu sulit, maka bantu aku menyelesaikan satu hal dalam satu waktu. Aku tidak bisa memperbaiki kesalahanku sekaligus. Jika aku mulai memberontak, cari tau penyebabnya. sesuatu yang menggangguku mungkin telah terjadi.
14. Jangan merendahkanku dan memanggilku dengan sebutan-sebutan. Aku percaya padamu, maka jika kau panggil aku bodoh, tolol, durhaka, tidak bisa diatur, tidak bisa diandalkan, nakal, bahkan memanggilku dengan sebutan hewan, aku akan tumbuh sesuai dengan apa yang kau katakana.
15. Buatlah aku merasa cukup nyaman untuk melakukan kesalahan. Tolong jangan marah ketika aku menumpahkan sesuatu atau merusak sesuatu, karena tidak sengaja. Tidak sengaja tidaklah berdosa. Aku tidak ingin tumbuh menjadi seorang perfeksionis yang takut membuat kesalahan. Kita semua pasti pernah berbuat salah. Orang cerdas belajar dari kesalahan dan berusaha tidak mengulangi lagi
16. Aku membutuhkan konsistensi di duniaku. Ketika kau menerapkan peraturan yang sama, hidup menjadi lebih mudah diperkirakan. Aku merasa jauh lebih aman mengetahui disana ada orang dewasa yang menjagaku.
17. Kau boleh menuntutku hanya untuk hal-hal yang telah kau lakukan sendiri. Aku tidak belajar dari tukang ceramah, dan hukuman meninggalkan rasa benci. Aku tidak pernah berhenti memperhatikanmu dan menyerap apapun darimu. Jika yang kau tunjukkan padaku adalah cinta dan kebaikan, aku akan menjadi sepertimu.
Mungkin aku tidak selalu melakukan apa yang kau katakan, tapi aku akan mengatakan apa yang kau katakan dan akan melakukan apa yang kau lakukan.
Penuh Cinta, 
- Anakmu-

https://www.facebook.com/FamilyGuideIndonesia/posts/10153061863570891:0


Selasa, 24 Februari 2015


Yang Kecil Sebenarnya Besar, Yang Besar Sebenarnya Kecil

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?” “Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?” “Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?” “Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh keraguan.
“Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?” “Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya. Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada
si jam. “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?” “Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.

https://motivationplannet.wordpress.com/2009/05/21/berani-mencoba/#more-80

Sabtu, 21 Februari 2015


10 Ribu Rupiah yang Membuat Anda Mengerti Cara Bersyukur

Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.
Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"

Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"

Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!"
Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.
Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.

Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.

Minggu, 15 Februari 2015

:: Yuk, Ajak Anak Kita untuk Lebih Mudah Bersyukur! ::


Tips mengenai bagaimana caranya agar anak-anak bisa tumbuh menjadi anak yang bersyukur akan apa yang dimilikinya. Simak ya!
1. Beri apresiasi kepada anak, walaupun hanya sepenggal kalimat "terima kasih"
"Adik, terima kasih ya sudah menemani mama belanja.."
"Kakak, terima kasih ya sudah mau menemani adik.."
"Nak, terima kasih ya sudah membantu ibu mengelap meja.."
Ucapan terima kasih dari Anda, atas hal-hal yang mereka lakukan dengan baik, akan membuat anak merasa diapresiasi dan dihargai; dan Anda juga menunjukkan kepada anak bahwa bersyukur dapat dilakukan atas hal-hal kecil yang ada di sekeliling kita.
2. Selama masa pertumbuhan anak, orangtua adalah panutan terbesar yang dilihat oleh anak.
Tunjukkan apresiasi Anda terhadap lingkungan dan orang–orang di sekitar Anda. Memberitahu anak untuk bersyukur memang mudah, tapi ketika Anda menunjukkannya dalam tingkah laku Anda, maka anak akan lebih bisa mencontoh dan memahami bahwa bersyukur atau berterima kasih juga harus dilakukan terhadap orang lain.
3. Jangan selalu memberikan anak apa yang mereka INGINKAN. Berikanlah apa yang mereka BUTUHKAN.

Sabtu, 14 Februari 2015

Sekolah Sebagai Lahan Bersemainya Kreativitas

Meski tidak mutlak, tapi tak dapat pula disangkal bahwa kreativitas merupakan salah satu penggerak kemajuan.  Dengan demikian seharusnya kreativitas memperoleh perhatian yang cukup. Namun ternyata banyak yang salah memahami kreativitas. Kreativitas dimaknai sebuah karya seni yang indah. Padahal definisi kreativitas tidak seperti itu. Kreativitas adalah bagaimana kita bisa berpikir luas, banyak opsi, dan memutuskan pilihan terbaik untuk menyelesaikan masalah.
Di sekolah pun kreativitas tidak dipandang penting.  Guru dan orangtua lebih mementingkan anaknya mendapatkan nilai yang bagus daripada terasah keterampilannya. Ini bukan berarti anak yang kraetif nilainya akan jelek. Bahkan sebaliknya. Seharusnya sekolah mengembangkan kreativitas anak melalui kegiatan belajar. Bagaimana caranya supaya kreatititas bisa tumbuh dengan baik di sekolah?
Yang terlebih dahulu dibangun adalah lingkungan yang memungkinkan kreatifitas bisa berkembang.  Inilah suasana sekolah yang memperhatikan kebutuhan berkembangnya kreatifitas. Kreativitas akan berkembang dalam suasana yang terbebas dari rasa cemas dan tekanan.
Yang kedua adalah jadwal yang fleksibel. Keteraturan memang penting. Tapi harus diingat pula bahwa anak perlu ruang dan waktu untuk berekspresi. Bisa jadi sebuah kegiatan membuat anak begitu asyik  dan lancar dalam mengalirkan ide-idenya, sehingga melebihi waktu yang sudah ditentukan. Inilah pentingnya kegiatan belajar mengajar tidak harus selalu sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat.
Ketiga, dukungan teman.  Anak-anak hendaknya selalu didorong untuk berbagi ide dengan temannya, bukan hanya dengan guru. Mereka  juga diajarkan cara memberikan umpan balik sehingga ide semakin berkembang, bukan memberikan tanggapan yang negatif yang mematikan berkembangnya ide.
Yang keempat, fokus pada proses. Kreativitas  adalah bagaimana menghasilkan ide-ide baru. Di dalamnya ada proses mengamati, berpikir, mencari cara baru, dan mengambil keputusan. Semua hal itu terjadi karena ada proses berkreasi.  Keterampilan proses inilah uyang seharusnya dikembangkan.
Selanjutnya adalah menghilangkan kompetisi dan iming-iming hadiah. Kreativitas dipupuk ketika anak menikmati kegiatan dengan dorongan yang murni untuk berkreasi, tanpa mengharapkan pujian atau penghargaan, tanpa ambisi untuk jadi juara. Ketika mengikuti perlombaan, setidaknya ada tiga hal yang dirasakan anak. Pertama, anak-anak berhati-hati dan “bermain aman”. Mereka mengurangi keberanian untuk bereksplorasi. Kedua, anak-anak mempunyai beban untuk menyenangkan orang lain dan kehilangan motivasi intrinsiknya. Ketiga, anak-anak cendrung terburu-buru. Semua hal tersebut mengakibatkan karya yang dihasilkan kurang spontan,kurang kompleks, dan kurang variasi. Dengan kata lain kurang kreatif.
Cara menumbuhkan kreativitas di sekolah selanjutnya adalah adanya apresiasi atas ide kreatif anak. Guru tidak perlu takut bila ide-ide anak mengalir ke berbagai arah. Dunia anak adalah dunia imajinatif yang penuh dengan ide-ide orisinal yang tidak terpikirkan oleh orang dewasa. Guru sebagai orang dewasa dengan pemikiran yang lebih matang hendaknya mengarahkan ide-ide anak sehingga membantu anak untuk berpikir secara sistematis.
Demikianlah, mendidik anak menjadi kreatif membutuhkan keberanian. Keberanian untuk keluar dari praktik pengajaran konvensional yang hanya mengandalkan hafalan. Keberanian untuk mencoba hal-hal baru. Keberanian untuk memberikan ruang lebih lapang kepada anak berkreasi. Keberanian membebaskan anak mengungkapkan gagasan, ide, dan pendapat.

Lebih dari itu, dan yang paling penting adalah gurunya harus kreatif. Kalau guru tidak kreatif, lalu anak mendapatkan contoh dari siapa?

Suspended Coffees

Saya memasuki sebuah kedai kopi kecil bersama seorang teman dan memesan kopi. Ketika kami sedang menuju ke meja ada dua orang yang datang kemudian mereka pergi ke counter: ‘Kami pesan lima kopi, dua untuk kami dan tiganya “ditangguhkan (suspended)". Mereka membayar pesanan mereka, mengambil hanya dua gelas saja kemudian pergi.

Saya bertanya kepada teman saya: "Apa itu ‘ kopi ditangguhkan (suspended coffees)’?" Teman saya berkata: "Tunggu dan kamu akan lihat."

Beberapa orang lagi masuk. Dua gadis memesan masing-masing satu kopi, membayar dan pergi. Pesanan berikutnya adalah tujuh kopi yang dipesan oleh tiga orang pengacara - tiga untuk mereka dan empat 'ditangguhkan’.

Terus terang saya masih bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan transaksi -kopi ditangguhkan- tadi. Sementara saya menikmati cuaca cerah dan pemandangan yang indah ke arah alun-alun di depan kafe, tiba-tiba seorang pria berpakaian lusuh yang tampak seperti seorang pengemis masuk melalui pintu dan bertanya dengan sopan kepada pelayan “apakah Anda memiliki ‘kopi ditangguhkan’? “.

Ini sederhana - seseorang membayar di muka pesanan kopinya kemudian diniatkan untuk membantu orang yang tidak mampu membeli minuman hangat. Tradisi kopi ditangguhkan ini dimulai di Naples, dan sekarang telah menyebar ke seluruh dunia bahkan di beberapa tempat Anda dapat memesan tidak hanya kopi ditangguhkan, tetapi juga sandwich atau makanan.

Alangkah indahnya, bila pemilik kedai kopi atau toko di setiap kota melakukan hal ini sehingga mereka yang kurang beruntung dapat menemukan harapan dan dukungan. Jika Anda adalah pemilik bisnis coba tawarkan hal ini kepada konsumen Anda…, kami yakin banyak diantara mereka yang mendukung dan menyukainya.

“Berilah makan yang lapar, kunjungi yang sakit dan bebaskanlah budak” (HR. Bukhori).

copas dari: http://www.kisahinspirasi.com/2014/07/suspended-coffees.html

Jumat, 13 Februari 2015

Tip Menghapal Perkalian Dalam Seminggu

Adakah suatu keharusan mengajarkan suatu perkalian pada siswa secara berurutan ? Dalam mengajarkan perkalian kepada siswa kita tidak harus mengajarkan perkalian secara berurutan mulai dari perkalian 1, 2, 3, 4 ...... sampai 10. Sebaiknya kita memulai dari yang termudah. Perkalian 1 lalu 10 siswa akan lebih mudah dan cepat menghapalnya karena perkalian dengan angka 1 dan 10 hasilnya membentuk pola angka yang sama. (perlu diingatkan penanaman konsep pada siswa dalam mengajarkan perkalian bahwa 1 x 2 itu berbeda dengan 2 x 1, dimana 1 x 2 berarti ada 1 duanya (2), sedangkan 2 x 1 berarti ada dua satunya (1+1) sehingga tidak menjadi suatu polemik dalam berhitung nantinya. Tapi 1 x 2 dan 2 x 1 akan memberikan hasil yang sama yaitu 2) Sedangkan untuk perkalian 9 merupakan langkah 3 yang harus kita berikan. Beberapa siswa umumnya kesulitan dalam menghapalkan perkalian 9. INGAT KEMBALI PENJUMLAHAN 10 Pada postingan terdahulu akan sangat membantu dalam berlatih perkalian 9. Sama dengan perkalian 1 dan 10 perkalian 9 juga membentuk pola yang mudah untuk di ingat dalam otak mereka bahwa perkalian sembilan berarti di KURANG SATU LALU KAWANNYA, misalkan 9 x 4 berarti 4 - 1 berapa? (3) kawannya 4 berapa ? (6) jadi 36. dan seterusnya. Metode dengan jari boleh tapi sebagai pembuktian saja jangan dilakukan untuk waktu yang lama. Ingatlah bahwa kita sudah mengajarkan ANGKA pada siswa berarti kita sudah memberikasn suatu bentuk yang abstrak kepada otak mereka tentang jumlah. (Pelajaran TK dan awal-awal kelas satu). Dengan mengajarkan penggunaan jari tentunya kita membawa kembali bentuk yang abstrak ke bentuk nyata. Bukankah ini suatu langkah yang menghambat kemajuan siswa untuk hapal perkalian pada akhirnya. Tidak sulit mengajarkan perkalian pada siswa setelah memberikan konsep pada mereka bahwa jika bilangan dikali 2 berarti ditambah bilangan yang sama 2 x 3 berarti 2 kali tiganya ( 3 + 3) jika siswa sudah hapal penjumlahan 1 angka tentu mudah kita mengajarkannya bukan ???. Untuk itu saya mengharapkan sebelum naik ke kelas 2 siswa memiliki kematangan dalam penjumlahan atau sebaiknya diberikan waktu tambahan pada semester 1 kelas 2 sebelum kita mengajarkan perkalian di semester 2 kelas 2 SD. Pastikan kembali kemampuan penjumlahan yang mereka miliki. Perkalian dengan angka lima membentuk pola angka akhiran yang mudah di ingat kalau tidak 0 ya angka 5. Bisa di mulai dengan mengunakan tangan 10 x 5 berati ada 5 pasang jari (Tepuk Tangan) berarti 50 hasilnya sedangkan 5 x 7 berarti ada 3 jari berpasangan 30 dan 1 jari tidak berpasangan berarti 5 sehingga 35. Sekali lagi penggunaan alat bantu tangan ini hanya sementara setelah mereka mengenal bilangan ganjil dan genap ajarkan kembali bahwa jika bilangan genap dikali 5 pasti angka satuannya 0 dan jika bilangan ganjil di kali 5 pasti angka satuannya 5. Setelah siswa menguasai perkalian 1,10. 9, 2, dan 5 maka kita dapat memulai kembali pelajaran berhitung perkalian selanjutnya. Pada perkalian 3 dan empat, diperlukan kempuan perkalian 2. Seperti kita ketahui bahwa 3 adalah (2 +1) dan 4 dapat di artikan (2+2). sehungga suatu bilangan dikalikan dengan 3 berarti dikaliakan 2 lalu ditambah bilangan itu sendiri. Misalkan 3 x 4 kita dapat menentukan hasil perkalian tersebut 3 x 4 = (2 x 4) + 4 = 8 + 4 = 12. Sedangan mengakali bilangan dengan angka 4 berarti bilangan tersebut dikali 2 lalu ditambah hasi kali dari perkalian tersebut Misalkan 4 x 6 berarti (2 x6) + (2 x6) <--> 12 + 12 = 24 Kita dapat mengetahui apakah siswa sudah memiliki kematangan dalam berhitung perkalian dengan memberikan pertanyaan perkalian 6, 7 dan 8. Terdapat kecendrungan mereka menemui kesulitan dalam menghapal perkalian tersebut. Seperti halnya perkalian 3 dan 4 yang dipelajari dengan pendekatan perkalian 2, perkalian 6, 7 dan 8 juga dapat diajarkan melalui pendekatan perkalian 5. pada penjumlahan 6 = (5 +1), 7 = (5 + 2) dan 8 = (5 + 3). misalkan 6 x 7 berarti (7 x 5) + (7 x 1) <---> 35 + 7 = 42. atau  (6 x 5) + (6 x 2) <----> 30 + 12 = 42 untuk dapat menghapal perkalian tersebut diharapkan siswa harus sudah menguasai perkalian sebelumnya sehingga dihapkan tidak mengalami kesulitan dalam mempelajarinya. Pendekatan dengan menggunakan jari boleh-boleh saja dilakukan. Yang perlu ditekankan hanyalah batasan waktu yang harus diperjelas. Ketika sudah naik kelas 3 siswa penggunaan jari harus dikurangi bahkan dihilangkan sebagai proses latihan menghapal. Saya lebih suka menggunakan vedic system sebagai arternatif jika beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam perkalian 6, 7, dan 8 yang menggunakan basis 10. Dalam ilmu berhitung saat ini terkenal beberapa cara berhitung vedic dengan sytem vedicnya, Bill Handley dengan SPEED MATH, Athur Benyamin dengan Mental Math. Saya mengkombinasikan cara berhitung mereka dan menyesuaikan pemikiran-pemikiran tersebut dengan lebih menekankan fungsi dan cara kerja otak dalam berhitung. Kembali kepermasalahan untuk perkalian 6, 7 dan 8. Berikut ini contoh yang dapat saya berikan. 6 ---- - 4                          dimana 6 -3 = 3 (30) dan 4 x 3 = 12 x 7 ---- - 3 ---------------- 1 3          2 = 42 7 --- - 3                          8 - 3 = 5 (50) dan 3 x 2 = 6 x 8 --- - 2 --------------- 5 ----- 6 = 56 Penggunaan sesuai dengan tujuan awal saya membuat metode berhitung seperti menulis. Bahwa berhitung dan menulis adalah kesatuan fungsi dari otak kiri. Demikianlah sesi Metode menghapal Perkalian dalam satu minggu

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/supriyadi_supray/metode-menghapal-perkalian-dalam-1-minggu_54f8fc38a33311d33b8b4972