Lingkungan belajar tidak terbatas pada lingkungan fisik saja. Atmosfer yang dibangun juga merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh cukup besar terhadap suasana pembelajaran. Suasana kelas merupakan pencerminan gaya manajemen kelas yang diterapkan guru.
Gaya manejemen yang permisif membiarkan anak melalukan apapun yang diinginkan tanpa ada kontrol yang kuat, serta tidak ada dukungan untuk mengembangkan keterampilan belajar. Akibatnya anak secara akademis kurang menguasai dan mempunyai kontrol diri yang lemah.
Gaya manejemen kelas yang otoritarian menekankan pada ‘ketertiban’, suasana yang kaku dan jalinan komunikasi yang buruk. Relasi guru-murid seperti halnya penguasa-rakyat, atasan-bawahan. Dalam kelas seperti ini anak-anak tidak berkembang kemampuan berpikir kreatif karena selalu dibatasi. Cenderung pasif dan tidak percaya diri. Kemampuan berkomunikasi dan mengekspresikan diri juga kurang berkembang

.jpg)
.jpg)
