Pendidikan merupakan upaya
untuk memanusiakan manusia, atau mengantarkan manusia menuju aktualisasi
potensi yang dimilikinya menjadi kecakapan yang bisa dimanfaatkan dalam
kehidupan.
Apa artinya? Jelas, tujuan
pendidikan adalah kecakapan hidup. Implikasi dari hal ini tentu saja hasil
belajar bukanlah sekedar pengetahuan. Mengapa bukan pengetahuan? Kalau bukan
pengetahuan, lalu apa?
UNESCO merumuskan bahwa
pembelajaran dibangun oleh empat pilar. Keempat pilar
ini menunjukkan tahap tujuan dalam pembelajaran, yaitu learning to know,
learning to do, learning to be, dan learning to live together.
Belajar bukan hanya untuk tahu (to know), tetapi juga menjadikan
pembelajar mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan nyata (to do).
Aplikasi pengetahuan secara kontinyu
merupakan proses belajar untuk membangun jati diri (to be), dan
membentuk sikap hidup positif dalam kebersamaan yang harmoni (to live
together).
Jelas, bahwa pemahaman materi bukan
tujuan final dari proses pembelajaran, bahkan berada dalam lapis terluar dari
tujuan pembelajaran. Sayang
sekali, praktek pembelajaran berhenti ketika anak sudah memahami (hafal)
materi. Tidak ada tindak lanjutnya.
Kenyataan ini tentu saja
tidak sesuai dengan tujuan pendidikan, yakni manusia yang seutuhnya. Manusia
seutuhnya dapat dipahami sebagai orang yang mampu bertindak secara tepat dengan
pertimbangan yang kuat. Ini tentu saja tidak asal mampu berbuat, tapi perlu
bekal. Bekal tesebut yang membuat setiap tindakan dilakukan tidak secara asal.
Bertindak atas kesadaran yang basisnya adalah pengetahuan dan kematangan dalam
mengambil keputusan.
Setelah anak paham,
rupanya pembelajaran belum selesai. Ini baru tahap awalnya saja. Setelah ini,
anak harus mampu merefleksikan apa yang dipahaminya dalam tindakan nyata. Tentu
saja ada syaratnya, yaitu apa yang dipelajari adalah hal-hal yang dekat dengan
dunia anak. untuk itulah kemudian berkembang pembelajaran yang kontekstual.
Selanjutnya, pengetahuan
yang telah dipraktekkan secara kontinyu akan membentuk pribadi-pribadi yang
lebih beradab. Artinya salah satu tujuan pembelajaran adalah perubahan tingkah
laku. Perubahan tingkah laku ini berdasarkan kesadaran anak, bukan sesuatu yang
dipaksakan atau dilakukan tapi tidak paham apa maksudnya.
Dari
individu-individu yang telah mengalami perbaikan diri inilah akan terbangun
sebuah masyarakat yang mapan. Pembelajaran mensyaratkan adanya sebuah usaha
untuk membekali anak agar bisa hidup secara bersama-sama sebagai makhluk
sosial. Pembelajaran tidak menjadikan seorang anak sebagi pribadi yang
individualis. Tetapi mengarahkan mereka untuk bekerjasama, saling mendukung dan
membangun pengertian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar