Kamis, 13 Maret 2014

HASIL BELAJAR


            Pendidikan merupakan upaya untuk memanusiakan manusia, atau mengantarkan manusia menuju aktualisasi potensi yang dimilikinya menjadi kecakapan yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan.

            Apa artinya? Jelas, tujuan pendidikan adalah kecakapan hidup. Implikasi dari hal ini tentu saja hasil belajar bukanlah sekedar pengetahuan. Mengapa bukan pengetahuan? Kalau bukan pengetahuan, lalu apa?
            UNESCO merumuskan bahwa pembelajaran dibangun oleh empat pilar. Keempat pilar ini menunjukkan tahap tujuan dalam pembelajaran, yaitu learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together.
            Belajar bukan hanya untuk  tahu (to know), tetapi juga menjadikan pembelajar mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan nyata (to do). Aplikasi pengetahuan  secara kontinyu merupakan proses belajar untuk membangun jati diri (to be), dan membentuk sikap hidup positif dalam kebersamaan yang harmoni (to live together).
            Jelas, bahwa pemahaman materi bukan tujuan final dari proses pembelajaran, bahkan berada dalam lapis terluar dari tujuan pembelajaran. Sayang sekali, praktek pembelajaran berhenti ketika anak sudah memahami (hafal) materi. Tidak ada tindak lanjutnya.
            Kenyataan ini tentu saja tidak sesuai dengan tujuan pendidikan, yakni manusia yang seutuhnya. Manusia seutuhnya dapat dipahami sebagai orang yang mampu bertindak secara tepat dengan pertimbangan yang kuat. Ini tentu saja tidak asal mampu berbuat, tapi perlu bekal. Bekal tesebut yang membuat setiap tindakan dilakukan tidak secara asal. Bertindak atas kesadaran yang basisnya adalah pengetahuan dan kematangan dalam mengambil keputusan.
            Setelah anak paham, rupanya pembelajaran belum selesai. Ini baru tahap awalnya saja. Setelah ini, anak harus mampu merefleksikan apa yang dipahaminya dalam tindakan nyata. Tentu saja ada syaratnya, yaitu apa yang dipelajari adalah hal-hal yang dekat dengan dunia anak. untuk itulah kemudian berkembang pembelajaran yang kontekstual.
            Selanjutnya, pengetahuan yang telah dipraktekkan secara kontinyu akan membentuk pribadi-pribadi yang lebih beradab. Artinya salah satu tujuan pembelajaran adalah perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku ini berdasarkan kesadaran anak, bukan sesuatu yang dipaksakan atau dilakukan tapi tidak paham apa maksudnya.
            Dari individu-individu yang telah mengalami perbaikan diri inilah akan terbangun sebuah masyarakat yang mapan. Pembelajaran mensyaratkan adanya sebuah usaha untuk membekali anak agar bisa hidup secara bersama-sama sebagai makhluk sosial. Pembelajaran tidak menjadikan seorang anak sebagi pribadi yang individualis. Tetapi mengarahkan mereka untuk bekerjasama, saling mendukung dan membangun pengertian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar