Selasa, 12 April 2016

Kopi Siang Hari

Membincangkan disharmoni; entah petaka atau sebuah peringatan, entah kelalaian atau ketiadaan pengetahuan, entah disengaja atau hajat yang tak mampu ditahan. Tentu saja ada dalam setiap lembar kehidupan yang tertulis dalam sejarah kehidupan. Dalam tatanan kosmologi alam semesta selalu ada penyimpangan.
Ketika harus bergerak memutar, ada yang hanya diam. Ada juga yang melompat di tempat. Ada pula yang menantang arus.  Di saat harusnya hening, ada yang bersuara melengking. Tidak semua yang dipanaskan akan mencair, sebagaimana tidak semua makhluk bernyawa yang dipotong akan mati. Begitulah kenyataannya.
Ada tatanan yang sengaja dilanggar. Entah apa maksudnya. Bisa jadi niatnya memang baik. Tapi cukupkah niat baik?
Ada keinginan yang harus terpenuhi, dengan berbagai cara. Kadang tanpa mempedulikan pihak lain. Hatta pihak lain itu sebenarnya sangat perlu untuk dipedulikan.
Ini tentang disharmoni, dimana ketika ruang sengaja dipersempit, akses dibuat sumir, komunikasi samar (tidak  multidimensional), keputusan jangka pendek yang kelihatannya  sebatas tampilan luar saja. Jangan berprasangka ini kerekatan. Bukan, hanya sebuah ketidakharmonisan.

Sayangnya, ini mengakibatkan keresahan. Ya, tentu saja. Wow, luar biasa bukan?  Apakah ini suatu kebetulan?