Membincangkan disharmoni; entah petaka atau sebuah
peringatan, entah kelalaian atau ketiadaan pengetahuan, entah disengaja atau
hajat yang tak mampu ditahan. Tentu saja ada dalam setiap lembar kehidupan yang
tertulis dalam sejarah kehidupan. Dalam tatanan kosmologi alam semesta selalu
ada penyimpangan.
Ketika harus bergerak memutar, ada yang hanya diam. Ada juga
yang melompat di tempat. Ada pula yang menantang arus. Di saat harusnya hening, ada yang bersuara
melengking. Tidak semua yang dipanaskan akan mencair, sebagaimana tidak semua
makhluk bernyawa yang dipotong akan mati. Begitulah kenyataannya.
Ada tatanan yang sengaja dilanggar. Entah apa maksudnya. Bisa
jadi niatnya memang baik. Tapi cukupkah niat baik?
Ada keinginan yang harus terpenuhi, dengan berbagai cara. Kadang
tanpa mempedulikan pihak lain. Hatta pihak lain itu sebenarnya sangat perlu
untuk dipedulikan.
Ini tentang disharmoni, dimana ketika ruang sengaja
dipersempit, akses dibuat sumir, komunikasi samar (tidak multidimensional), keputusan jangka pendek
yang kelihatannya sebatas tampilan luar
saja. Jangan berprasangka ini kerekatan. Bukan, hanya sebuah ketidakharmonisan.
Sayangnya, ini mengakibatkan keresahan. Ya, tentu saja. Wow,
luar biasa bukan? Apakah ini suatu kebetulan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar