Selasa, 30 Agustus 2016

20 Metode Mengajar Super Keren dari Rasulullah SAW

Rasulullah SAW adalah Uswatun Hasanah (Role Model) bukan hanya bagi Kaum Muslimin, namun juga ummat manusia. itulah mengapa Michael H. Hart dalam bukunya 100 orang yang paling berpengaruh dalam sejarah menjadikan Muhammad SAW sebagai orang nomor 1 sejagad.
Beliau menjadi contoh yang baik dalam seluruh aspek kehidupan, salah satunya adalah pendidikan. Beliau Pengajar yang sangat Luar Biasa.
Dr. M. Syafii Antonio, M.Ec dalam bukunya Muhammad SAW The Super Leader Super Manager menuliskan 20 metode dan teknik pengajaran sebagai 'holistic learning methods' yang diambil dari Sirah Rasulullah SAW. Inilah 20 metode tersebut :
1. Learning conditioning (meminta diam untuk mengingatkan, menyeru secara langsung dan perintah untuk menyimak dan diam dengan cara tidak langsung);
2. Active interaction (interaksi pendengaran : teknik berbicara, tidak bertele-tele pada ucapan dan tidak terlalu bernada puitis, memperhatikan intonasi, diam sebentar ditengah-tengah penjelasan; interaksi pandangan : eye contact dalam mengajar, memanfaatkan ekspresi wajah, tersenyum);
3. Applied-learning (metode praktikum yang diterapkan oleh guru dan yang dilakukan oleh siswa);
4. Scanning and levelling (memahami siswa secara individu sesuai tingkat kecerdasannya);
5. Discussion and feed-back (metode yang logis dalam memberikan jawaban dan membuat contoh sederhana yang mudah dipahami);
6. Story telling (bercerita);
7. Analogy and case study (memberikan perumpamaan dan studi kasus nyata di sekitar kehidupan);
8. Teaching and Motivating (meningkatkan gairah belajar dan rasa keingintahuan yang tinggi);
9. Body language (membuat penyampaiannya bertambah terang, lebih pasti dan jelas; menarik perhatian pendengar dan membuat makna yang dimaksud melekat pada pikiran; mempersingkat waktu);
10. Picture and graph technology (penjelasan diperkuat dengan gambar atau tulisan);
11. Reasoning and argumentation (mengungkapkan alasan akan memperjelas sesuatu yang sulit dan berat agar dipahami oleh siswa);
12. Self reflection (memberi kesempatan kepada siswa untuk menjawab sendiri suatu pertanyaan agar siswa dapat mengoptimalkan kerja otak dan mengasah pikiran);
13. Affirmation and repetition (pengulangan kalimat dan ucapan nama);
14. Focus and point basis ( menggunakan teknik berdasarkan rumusan-rumusan besar atau poin akan membantu siswa dalam menyerap ilmu dan menjaganya dari lupa);
15. Question and answer method (teknik bertanya untuk menarik perhatian pendengar dan membuat pendengar siap terhadap apa yang akan disampaikan kepadanya);
16. Guessing with question (penting untuk memperkuat pemahaman dan memperbesar keingintahuan);
17. Encouraging student to ask (guru memberikan kesempatan dan motivasi kepada siswa untuk berani mengajukan pertanyaan : bertanya dapat menghapus kebodohan serta memperbaiki pemahaman dan pemikiran dan menjadi alat evaluasi guru atas cara penyampaian pelajarannya);
18. Wisdom in answering question (menyikapi orang-orang yang mengajukan pertanyaan sesuai dengan tingkat pengetahuannya; menyikapi si penyanya dengan sikap yang bermanfaat baginya);
19. Commenting on student answer (memberikan komentar terhadap jawaban siswa);

20. Honesty (seorang guru harus menanamkan sikap mulia berani mengakui ketidaktahuan ke dalam diri siswanya. ucapan 'aku tidak tahu adalah bagian dari ilmu')

Jumat, 26 Agustus 2016

Apa Yang Dihasilkan Sekolah?

Anda sebagai pelaku dalam dunia pendidikan, ataupun selaku orangtua tentu saja sembarangan memilih sekolah sebagai tempat beraktivitas ataupun sebagai tempat yang dipercaya mampu memberikan pendidikan terbaik.
Namun, sudahkah kita sadar produk apa yang dihasilkan sekolah?  Setidaknya sekolah menghasilkan:
a. Pengetahuan. Kita perlu kumpulan fakta yang selalu berkembang untuk memahami apa yang sedang kita pelajari, dan dengannya mampu merangkai solusi yang kreatif.
b. Keterampilan. Keterampilan menjadikan pengetahuan dapat bekerja. Yang termasuk di dalamnya adalah belajar bagaimana belajar, cara berpikir analitis dan kreatif, keterampilan akademis, dan vokasional.
c. Kebijaksanaan. Kemampuan untuk menentukan prioritas, kemampuan menganggarkan waktu secara efektif, kemampuan menafsirkan dan membuat pertimbangan, kemampuan bersikap fleksibel dan berpikiran terbuka. Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk menganalisis pengalaman dan bertindak atas dasar kesimpulan-kesimpulan. 
d. Karakter. Karakter sangat sering didefinisikan sebagai sifat-sifat seperti jujur, percaya diri, kemampuan bekerja sama, tekun, empati, dan integritas. Singkatnya, semua sifat dan perilaku yang baik.
e. Kematangan emosi. Kemampuan untuk mengenali, mengungkapkan dan mengelola suasana hati dan emosinya dan merespon orang lain secara simpatik; menunda kepuasan sesaat; mengelola stres, rasa marah, dan cemas; menyelesaikan konflik secara rasional dan bersikap tegas tanpa mesti agresif.
Nah, jelas sudah bahwa produk sekolah adalah manusia yang utuh. Sekolah mengembang semua sisi kemanusiaan, jadi tidak adil kalau kualitas sekolah dan produknya hanya dinilai dari satu sisi saja.

Sekolah yang unggul adalah sekolah yang mampu membangun pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memunculkan kebijaksanaan, mengembangkan karakter, dan mematangkan emosi.

Kamis, 04 Agustus 2016

Perjalanan 1000 Mil Dimulai Dari Satu Langkah Kecil


Boleh saja kita bermimpi melakukan atau menghasilkan sesuatu yang besar. Bahkan menurut saya harus. Bukan untuk prestise, tapi impian atau harapan membuat kita tahu apa yang ingin kita dapatkan sekaligus sebagai bahan bakar yang menggerakkan usaha-usaha pencapaian.
Namun tidak jarang kita terlalu fokus pada tujuan yang demikian besar dan tinggi, sehingga kita lupa dengan hal-hal kecil yang sebenarnya merupakan bahan penyusun bangunan yang kita sebut tujuan. Sedemikian kelihatan kecilnya, sampai-sampai sering dipandang hanya akan menghabiskan waktu secara percuma kalau harus mendapat perhatian.
Kemudian dengan sekuat tenaga dan potensi, meloncatlah kita menggapai mimpi besar. Apa yang terjadi? Tak jarang kita hanya tersungkur, lalu bangun dan meloncat lagi untuk jatuh, terjerembab, atau terbentur. Mimpi melayang, harapan tinggal harapan.
Namun apa yang terjadi kalau kita memulai dari hal-hal sederhana yang kita bisa lakukan. Kita titi jalan mendaki menuju puncak dengan menapaki apa yang mampu kita tempuh. Ada saatnya melompat, kadang bisa berlari, namun bisa jadi kita harus merangkak. Tanpa disadari, kita akan semakin dekat dengan tujuan yang diharapkan. Bisa jadi kita sendiri akan terkejut melihat kemajuan yang dicapai.
Dalam dunia pendidikan, yang tujuannya adalah menghasilkan pribadi yang lebih berkembang, generasi yang lebih baik, maka hal pertama yang dilakukan guru adalah memperbaiki kualitas diri. Akan sangat lucu bila mengajarkan kedisiplinan, tapi guru selalu menampilkan sikap indisipliner. Menjadi aneh bila guru menerangkan kesehatan tapi dia perokok. Sungguh mengenaskan ketika guru berbicara tentang ketertiban tapi tidak bisa antri dan berlaku seenaknya di jalannya.
Memperbaiki bangsa ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Berapa juta telapk tangan yang harus dibalikkan? Namun kalau kita membalikkan telapak tangan sendiri, tentu saja jauh lebih mudah. Balikkan tangan kita, perbaiki diri kita. Perbaiki cara mengajar kita. Perbaiki tujuan dan niat kita. Ini langkah kecil kita menuju Indonesia lebih baik. Perlu revolusi?
Suka
Komentari