Tanggung
jawab guru adalah membuat perubahan bagi anak didiknya. Setidaknya itulah
secuil pemahaman saya tentang eksistensi profesi guru. Bagaimana anak didik bisa berubah?
Berubah adalah sebuah proses.
Berubah itu bergerak, berubah itu perlu pemantik. Dari tidak tahu menjadi tahu.
Dari tahu jadi paham. Dari paham jadi bisa menganalisa. Dari menganalisa jadi
bisa mensintesa. Dari mensintesa akhirnya mampu berpikir dan bertindak
kritis-kreatif untuk kemudian diejawantahkan dalam perilaku dan produk positif
dan bernilai.
Siapa atau apa yang memantik
perubahan? Pemantik perubahan biasanya adalah sosok panutan. Atau setidaknya
orang yang mempunyai wewenang. Bisa jadi kepala negara, kepala daerah, pimpinan
perusahaan atau instansi, orangtua, atau tokoh masyarakat. Nah, di sekolah,
gurulah sosok pemantik perubahan bagi anak didiknya. Agar menjadi sosok
pemantik perubahan, guru harus mampu menjadi pribadi yang inspiratif.
Seperti apakah guru yang
menginspirasi? Guru yang menginspirasi adalah guru yang:
1.
Berpikiran terbuka
Berpikir terbuka menyediakan kesempatan untuk
melakukan dan menemukan hal-hal baru. Ujung-ujungnya adalah tumbuhnya inovasi
dan daya kreasi guru. Dampaknya adalah munculnya pembelajaran yang
menyenangkan. Kalau pembelajaran sudah menyenangkan, maka dengan mudah anak
mendapatkan pengalaman yang lebih bermakna.
2.
Menyukai tantangan
Orang yang menyukai tantangan akan
terus berusaha meningkatkan kapasitas kemampuan. Guru yang menyukai tantangan
akan terus terpacu menjawab permasalahan. Pendidikan adalah dunia dinamis yang
selalu berkembang sesuai kemajuan di bidang lainnya, dan sarat dengan tuntutan
dan tantangan.
Pribadi yang mampu menyesuaikan diri
dan antisipatif (tanggap) merupakan sosok masa depan. Guru yang mempunyai jiwa
ini dilihat anak didiknya sebagai orang cerdas dan kekinian, mentor yang asyik
untuk tumbuh kembang kemampuannya.
3.
Patut menjadi teladan
Menjadi teladan tidak harus menjadi manusia
sempurna. Menjadi teladan adalah selalu berusaha memperbaiki diri dan melakukan
apa yang seharusnya dilakukan.
Kelemahan bukan untuk ditutupi, tapi diperbaiki.
Kesalahan bukan untuk disembunyikan, tapi bagaimana ia bisa menjadi sebuah
pelajaran. Guru yang patut jadi teladan adalah guru yang nyaman dengan dirinya,
nyaman dengan apa yang dikerjakannya. Nyaman karena selalu berjalan dalam trek
yang seharusnya.
Tentu saja banyak hal lain yang bisa
membuat guru menjadi sosok inspiratif. Bagi saya, ketiga poin tersebut adalah
kunci yang akan membuka pintu menjadi guru sejati. Guru sejati, dialah guru
yang menginspirasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar