Sabtu, 26 November 2016

SIAPAKAH GURU YANG MENGINSPIRASI?

             
Tanggung jawab guru adalah membuat perubahan bagi anak didiknya. Setidaknya itulah secuil pemahaman saya tentang eksistensi profesi guru.  Bagaimana anak didik bisa berubah?
                Berubah adalah sebuah proses. Berubah itu bergerak, berubah itu perlu pemantik. Dari tidak tahu menjadi tahu. Dari tahu jadi paham. Dari paham jadi bisa menganalisa. Dari menganalisa jadi bisa mensintesa. Dari mensintesa akhirnya mampu berpikir dan bertindak kritis-kreatif untuk kemudian diejawantahkan dalam perilaku dan produk positif dan bernilai.
                Siapa atau apa yang memantik perubahan? Pemantik perubahan biasanya adalah sosok panutan. Atau setidaknya orang yang mempunyai wewenang. Bisa jadi kepala negara, kepala daerah, pimpinan perusahaan atau instansi, orangtua, atau tokoh masyarakat. Nah, di sekolah, gurulah sosok pemantik perubahan bagi anak didiknya. Agar menjadi sosok pemantik perubahan, guru harus mampu menjadi pribadi yang inspiratif.
                Seperti apakah guru yang menginspirasi? Guru yang menginspirasi adalah guru yang:
1.       Berpikiran terbuka
Berpikir terbuka menyediakan kesempatan untuk melakukan dan menemukan hal-hal baru. Ujung-ujungnya adalah tumbuhnya inovasi dan daya kreasi guru. Dampaknya adalah munculnya pembelajaran yang menyenangkan. Kalau pembelajaran sudah menyenangkan, maka dengan mudah anak mendapatkan pengalaman yang lebih bermakna.
2.       Menyukai tantangan
Orang yang menyukai tantangan akan terus berusaha meningkatkan kapasitas kemampuan. Guru yang menyukai tantangan akan terus terpacu menjawab permasalahan. Pendidikan adalah dunia dinamis yang selalu berkembang sesuai kemajuan di bidang lainnya, dan sarat dengan tuntutan dan tantangan.
Pribadi yang mampu menyesuaikan diri dan antisipatif (tanggap) merupakan sosok masa depan. Guru yang mempunyai jiwa ini dilihat anak didiknya sebagai orang cerdas dan kekinian, mentor yang asyik untuk tumbuh kembang kemampuannya.
3.       Patut menjadi teladan
Menjadi teladan tidak harus menjadi manusia sempurna. Menjadi teladan adalah selalu berusaha memperbaiki diri dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan.
Kelemahan bukan untuk ditutupi, tapi diperbaiki. Kesalahan bukan untuk disembunyikan, tapi bagaimana ia bisa menjadi sebuah pelajaran. Guru yang patut jadi teladan adalah guru yang nyaman dengan dirinya, nyaman dengan apa yang dikerjakannya. Nyaman karena selalu berjalan dalam trek yang seharusnya.

Tentu saja banyak hal lain yang bisa membuat guru menjadi sosok inspiratif. Bagi saya, ketiga poin tersebut adalah kunci yang akan membuka pintu menjadi guru sejati. Guru sejati, dialah guru yang menginspirasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar