Jumat, 23 Desember 2016

Om Tolelot Om

              Buah jatuh tidak  pernah mendahului waktunya, pasti memang sudah saatnya ia lepas dari tangkainya. Belum tentu karena terlalu masak, bisa saja sebab yang lain. Barang kita yang hilang memang sudah waktu tidak kita miliki lagi.
                Pun halnya ketika dunia maya dipenuhi ocehan ‘Om Tolelot Om’, memang sudah disediakan jatah waktunya. Om Tolelot Om seakan memaksa klakson dibunyikan tidak pada saat yang tepat. Klakson dibunyikan karena ada permintaan. Tapi sejatinya memang sudah waktunya klakson berbunyi. Kebetulan penyebabnya karena diminta. Seperti halnya mangga yang jatuh. Bisa karena sudah terlalu matang. Bisa juga karena sendal kita melayang dan mengenainya. Yang jelas sudah saatnya mangga berpisah dengan tangkai.
                Om Tolelot Om. Memang, sih waktu tidak berkuasa apa-apa. Yang menyediakan waktulah penguasa sebenarnya. Dia yang mengatur kapan sesuatu harus terjadi,  dan apa pemicunya. Dalam kehidupan kita sering begitu kesal, begitu marah, bila ada yang tidak sesuai harapan. Kita sibuk mencari pembenaran. Tak jarang ego yang menjadi panglimanya. Kitalah yang paling benar. Yang lain pasti salah.
                Jangan tolelot mulu. Ketika merasa jalan terhalangi, pencet klakson keras-keras. Kita suruh yang lain pada minggir. Kasih jalan bahasa yang lebih santunnya. Kenapa? Karena kitalah yang paling benar. Yang lain salah.
                Udah, jangan tolelot-tolelot. Waktu memang tidak berkuasa apa-apa. Tapi dia yang akan menjadi saksi sepanjang perjalanan hidup kita. Ia yang menjadi saksi usaha-usaha culas apa yang sudah kita kerjakan. Ia yang menjadi saksi betapa sering kita menempelkan kepentingan pribadi atas nama kepentingan bersama. Ia yang menyaksikan seberapa banyak kita menghasut, membeberkan aib orang lain, menjelek-jelekkan orang lain. Tolelot!!!
                Jangan merasa aman. Waktu akan memberitahu semuanya. Eh, maaf. Penguasa waktu yang mengaturnya. Jangan merasa aman. Kebusukan akan tersebar baunya.  Sepandai-pandainya tupai melompat suatu saat pasti akana jatuh juga. Siapa menabur angin, ia akan menuai badai. Jangan merasa aman, semuanya akan terbuka. Tinggal tunggu waktu saja. Ya, tinggal tunggu saatnya. Jadi tidak perlu tolelot-lelot. Tidak perlu Om Tolelot Om.

Dan sesungguhnya saat ini semuanya kian terbuka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar