Hmm...,
tentu saja tak lazim jika ada yang membangun rumah tanpa menyediakan tempat
khusus untuk menjamu tamu, yang biasa kita sebut ruang tamu. Sengaja dibuat
ruang tamu supaya orang yang berkunjung merasa nyaman.
Maka kebanyakan ruang tamu dibuat
sengaja dengan penampilan yang lebih wah dari pada ruangan lain di dalam rumah.
Bahkan kadang ruang tamu menjadi galeri ataupun showroom yang memperlihatkan
tingkat kekayaan harta pemiliknya. Namun apapun itu, ruang tamu pada hakikatnya
untuk tamu.
Musim lebaran menjadikan ruang
tamu sebagai sebuah fenomena menarik. Tentu saja bagi yang jeli melihatnya.
Tidak kalah fenomenalnya dengan tradisi mudik atau belanja baju baru. Ada apa
dengan ruang tamu di saat lebaran?
Lihatlah beberapa bulan ke
belakang sebelum lebaran, berfungsi sebagaimana mestinyakah ruang tamu kita?
Berapa banyak orang yang berkunjung ke rumah kita? Seberapa sering kita menjamu tamu? Berapa kali
sofa yang tiap hari kita bersihkan dari debu diduduki tamu?
Di masa sekarang ini sudah jarang
kerabat yang berkunjung ke rumah kerabatnya, teman yang sengaja mampir untuk
berbincang. Buat apa? Semua urusan bisa
diselesaikan dengan ponsel ditangan. Sekadar menyapa sampai urusan bisnis
ataupun yang lainnya bisa diselesaikan tanpa repot-repot datang ke rumah orang.
Ini jaman simpel. Semua serba mudah.
Betul sekali. Kemudahan membuat
orang akhirnya malas bergerak. Semua urusan diselesaikan tanpa bertatap muka
secara langsung. Maka, timbul pertanyaan menggelitik; berapa tamu yang datang
ke rumah kita? Berapa kali kita bertandang ke rumah teman atau kerabat?
Ruang tamu yang kita bangun
sedemikian bagus akhirnya kurang berfungsi. Hilang ditelan hebatnya gawai. Dan
saat lebaran adalah masa dimana ruang tamu kembali semarak. Beragam jamuan
tersaji, orang datang pergi silih berganti. Ruang tamu yang biasanya sunyi sepi
mendadak ramai dengan sapaan, candaan, dan suara-suara tawa.
Lihatlah seminggu setelah
lebaran. Kursi tamu kembali kesepian. Bahkan lampu ruang tamu jarang dinyalakan.
Makanan kecil sengaja disimpan. Gelas-gelas kembali jadi pajangan.
Masih adakah orang yang datang?
Ada, yakni sales dan peminta sumbangan. Maka hilanglah ruang tamu kita sampai
datang lebaran tahun depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar