Selasa, 19 Juli 2016

Hilangnya Ruang Tamu Di Rumah Kita


                Hmm..., tentu saja tak lazim jika ada yang membangun rumah tanpa menyediakan tempat khusus untuk menjamu tamu, yang biasa kita sebut ruang tamu. Sengaja dibuat ruang tamu supaya orang yang berkunjung merasa nyaman.
Maka kebanyakan ruang tamu dibuat sengaja dengan penampilan yang lebih wah dari pada ruangan lain di dalam rumah. Bahkan kadang ruang tamu menjadi galeri ataupun showroom yang memperlihatkan tingkat kekayaan harta pemiliknya. Namun apapun itu, ruang tamu pada hakikatnya untuk tamu.
Musim lebaran menjadikan ruang tamu sebagai sebuah fenomena menarik. Tentu saja bagi yang jeli melihatnya. Tidak kalah fenomenalnya dengan tradisi mudik atau belanja baju baru. Ada apa dengan ruang tamu di saat lebaran?
Lihatlah beberapa bulan ke belakang sebelum lebaran, berfungsi sebagaimana mestinyakah ruang tamu kita? Berapa banyak orang yang berkunjung ke rumah kita?  Seberapa sering kita menjamu tamu? Berapa kali sofa yang tiap hari kita bersihkan dari debu diduduki tamu?
Di masa sekarang ini sudah jarang kerabat yang berkunjung ke rumah kerabatnya, teman yang sengaja mampir untuk berbincang. Buat apa? Semua urusan  bisa diselesaikan dengan ponsel ditangan. Sekadar menyapa sampai urusan bisnis ataupun yang lainnya bisa diselesaikan tanpa repot-repot datang ke rumah orang. Ini jaman simpel. Semua serba mudah.
Betul sekali. Kemudahan membuat orang akhirnya malas bergerak. Semua urusan diselesaikan tanpa bertatap muka secara langsung. Maka, timbul pertanyaan menggelitik; berapa tamu yang datang ke rumah kita? Berapa kali kita bertandang ke rumah teman atau kerabat?
Ruang tamu yang kita bangun sedemikian bagus akhirnya kurang berfungsi. Hilang ditelan hebatnya gawai. Dan saat lebaran adalah masa dimana ruang tamu kembali semarak. Beragam jamuan tersaji, orang datang pergi silih berganti. Ruang tamu yang biasanya sunyi sepi mendadak ramai dengan sapaan, candaan, dan suara-suara tawa.
Lihatlah seminggu setelah lebaran. Kursi tamu kembali kesepian. Bahkan lampu ruang tamu jarang dinyalakan. Makanan kecil sengaja disimpan. Gelas-gelas kembali jadi pajangan.

Masih adakah orang yang datang? Ada, yakni sales dan peminta sumbangan. Maka hilanglah ruang tamu kita sampai datang lebaran tahun depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar