Selasa, 26 Juli 2016

Apa yang Kita Harapkan, Itulah yang Kita Dapatkan


               
             Saya yakin bahwa apa yang kita peroleh nanti adalah buah dari harapan kita saat ini. Bisa jadi tidak benar-benar seperti yang kita harapkan, bisa jadi lebih baik. Tentu saja apa yang lebih baik tidak selalu mampu kita pahami dan terima dengan cepat. Kita perlu menempuh perjalanan waktu dan kejadian yang membuat kita paham. Hikmah tidak datang secara tiba-tiba.
                Begitu pula halnya dalam dunia pendidikan. Apa yang dicita-cita akan berbuah pada masanya. Bisa jadi cepat, mungkin juga butuh waktu lebih lama. Bisa jadi benar-benar sesuai, dan tidak menutup kemungkinan berbuah lebih manis. Praktisnya, sebagai seorang guru bersikap optimis terhadap pencapaian anak didik kita. Bagaimana pun kondisi dan potensi anak, ia tetap punya kesempatan untuk berhasil. Dan kitalah, sebagai seorang guru, yang berkewajiban memunculkan harapan itu.
                Hal pertama dan yang paling sederhana yang bisa dilakukan adalah menumbuhkan harapan akan keberhasilan anak dalam diri kita sendiri. Yakinlah bahwa Tuhan tidak menyiakan-nyiakan ciptaannya dengan mematok takdir buruk terhadapnya. Bukankah Tuhan itu maha penyayang?
                Kesadaran dan harapan seperti itu akan memacu kita menemukan apa yang bisa dicapai anak kelak. Dapat dikatakan membuat target bagi anak tersebut. Kemudian kita akan tergerak untuk mencari strategi dan  menyusun langkah agar anak sampai pada tujuan yang dikehendaki.
                Inilah poin penting dari harapan; ada target dan strategi pencapaiannya. Kalau sudah demikian, maka tidak ada lagi anak yang tertinggal. Semuanya bergerak maju. Ada yang bisa berlari cepat, ada juga yang berjalan dengan irama yang membuat ia bisa mengamati segala sesuatu secara lebih seksama. Yang jelas ada kemajuan, dan inilah yang disebut tidak tertinggal.
                Tidak tertinggal bukan berarti semua harus sampai di tempat yang sama, pada waktu yang sama. Cepat atau lambat, keduanya punya kelebihan masing-masing. Yang cepat bisa mendapat banyak hal, sedangkan yang lebih lambat bisa belajar banyak tentang suatu hal.

                So, sudahkah Anda menetapkan harapan pada masing-masing anak didik Anda? Seberapa dalam dan bermakna harapan itu? Sudahkah jalannya Anda bentangkan? Kalau belum, tidak ada kata terlambat untuk memulai, selama waktu masih menempuh perjalanannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar