Selasa, 03 Januari 2017

Berdamai Dengan Diri Sendiri


Yang lebih penting dari bakat, pengetahuan, ataupun kekuatan adalah kemampuan untuk menertawakan diri sendiri dan menikmati mengajar sebuah impian.
--Amy Grant—

                Manusia itu serba tidak tahu, dan karenanya ia diwajibkan belajar. Bahkan kewajiban itu berlaku seumur hidup. Dan karena serba tidak tahu ini pula manusia diajarakan untuk berusaha (ikhtiar) , meski pada dasarnya tidak bisa memilih sesuai dengan keinginan. Manusia wajib bermimpi. Mimpi tersebut bisa dikatakan sebuah harapan (doa). Ya, harapan, sebab pada titik terakhir manusia tidak kuasa menentukan, hanya bisa  menerima apa yang diberikan padanya.
                Kita baru mengetahui sesuatu itu baik atau tidak setelah terjadi. Namun sayangnya, kita sering bergerak begitu cepat, sehingga tanda-tanda peringatan yang memberitahu bahwa kita sudah menyimpang, tak terlihat oleh kita. Kita tidak bisa melihat bahwa kita harus kembali ke jalan yang sudah kita bentangkan.
                Artinya apa? Kita tidak bisa terus melaju. Kita butuh waktu untuk diam sejenak. Ketika sedang melesat dengan kesibukan mengajar, kita butuh rehat. Bukan sekedar melepas penat, tapi kita perlu waktu merenung. Berapa lama? Sebanyak waktu yang cukup bagi kita untuk melihat diri sendiri, ‘apa yang terbaik dari diriku?’
                Efeknya adalah kita akan mampu melihat, mengenali, dan mempunyai keyakinan bahwa diri ini hebat. Bukan untuk sombong, karena bukan untuk dipamerkan ke orang lain. Cukup untuk diri sendiri. Keyakinan seperti menjadi pupuk bagi tumbuhnya percaya diri. Dan ini tentu saja sangat penting bagi seorang guru, dan juga bagi semua orang.
                Kepercayaan diri yang dibangun karena kesadaran akan kemampuannya, membuat seorang guru semakin nyaman. Ia akan lebih yakin saat membuat rencana pembelajaran, mengekskusinya, dan membuta evaluasi. Dan ini akan terbaca oleh anak didiknya. Mereka melihat bahwa gurunya adalah seorang dengan kepercayaan diri yang kuat. Anak akan semakin respek pada kita.
                Keterampilan mencari sesuatu yang terbaik dari diri sendiri juga harus ditularkan kepada murid. Anak-anak perlu dibiasakan melakukan refleksi. Bukan hanya tentang pengalaman dan materi belajar, tetapi juga hal terbaik apa yang mereka miliki atau lakukan pada hari itu. Ya, setiap hari refleksi seperti ini perlu dilakukan untuk meneguhkan keyakinan pada diri sendiri.

                Pada akhirnya, diharapkan setiap orang mampu berdamai dan mengurus diri sendiri. Inilah cara terbaik bagi kita untuk membantu orang lain. Maksud Amy Grant mengatakan menertawakan diri sendiri adalah seseorang yang nyaman dengan dirinya, karena ia tahu apa yang terbaik. Mungkin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar