Yang lebih penting dari bakat, pengetahuan, ataupun kekuatan
adalah kemampuan untuk menertawakan diri sendiri dan menikmati mengajar sebuah
impian.
--Amy Grant—
Manusia itu serba tidak tahu,
dan karenanya ia diwajibkan belajar. Bahkan kewajiban itu berlaku seumur hidup.
Dan karena serba tidak tahu ini pula manusia diajarakan untuk berusaha
(ikhtiar) , meski pada dasarnya tidak bisa memilih sesuai dengan keinginan. Manusia
wajib bermimpi. Mimpi tersebut bisa dikatakan sebuah harapan (doa). Ya,
harapan, sebab pada titik terakhir manusia tidak kuasa menentukan, hanya
bisa menerima apa yang diberikan
padanya.
Kita baru mengetahui sesuatu itu
baik atau tidak setelah terjadi. Namun sayangnya, kita sering bergerak begitu
cepat, sehingga tanda-tanda peringatan yang memberitahu bahwa kita sudah
menyimpang, tak terlihat oleh kita. Kita tidak bisa melihat bahwa kita harus
kembali ke jalan yang sudah kita bentangkan.
Artinya apa? Kita tidak bisa
terus melaju. Kita butuh waktu untuk diam sejenak. Ketika sedang melesat dengan
kesibukan mengajar, kita butuh rehat. Bukan sekedar melepas penat, tapi kita
perlu waktu merenung. Berapa lama? Sebanyak waktu yang cukup bagi kita untuk
melihat diri sendiri, ‘apa yang terbaik dari diriku?’
Efeknya adalah kita akan mampu
melihat, mengenali, dan mempunyai keyakinan bahwa diri ini hebat. Bukan untuk
sombong, karena bukan untuk dipamerkan ke orang lain. Cukup untuk diri sendiri.
Keyakinan seperti menjadi pupuk bagi tumbuhnya percaya diri. Dan ini tentu saja
sangat penting bagi seorang guru, dan juga bagi semua orang.
Kepercayaan diri yang dibangun
karena kesadaran akan kemampuannya, membuat seorang guru semakin nyaman. Ia akan
lebih yakin saat membuat rencana pembelajaran, mengekskusinya, dan membuta
evaluasi. Dan ini akan terbaca oleh anak didiknya. Mereka melihat bahwa gurunya
adalah seorang dengan kepercayaan diri yang kuat. Anak akan semakin respek pada
kita.
Keterampilan mencari sesuatu
yang terbaik dari diri sendiri juga harus ditularkan kepada murid. Anak-anak
perlu dibiasakan melakukan refleksi. Bukan hanya tentang pengalaman dan materi
belajar, tetapi juga hal terbaik apa yang mereka miliki atau lakukan pada hari
itu. Ya, setiap hari refleksi seperti ini perlu dilakukan untuk meneguhkan
keyakinan pada diri sendiri.
Pada akhirnya, diharapkan setiap
orang mampu berdamai dan mengurus diri sendiri. Inilah cara terbaik bagi kita
untuk membantu orang lain. Maksud Amy Grant mengatakan menertawakan diri
sendiri adalah seseorang yang nyaman dengan dirinya, karena ia tahu apa yang
terbaik. Mungkin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar