Kau bisa belajar hal
baru kapan pun bila kau bersedia menjadi pemula. Jika kau belajar menyukai
menjadi pemula, maka dunia akan membuka diri padamu.
--- Barbara Sher---
Salah satu kunci sukses dalam
belajar adalah kondisi dimana kita mau membuka diri. Gelas dapat diisi air bila
gelas tersebut tidak tertutup. Pengetahuan dapat diserap bila tidak ada tabir
yang menghalanginya. Tabirnya bisa jadi pengalaman, ego, menganggap gampang,
ataupun sentimen.
Saat belajar, posisikan diri
kita sebagai orang yang tidak tahu, orang yang butuh pengetahuan baru. Maka
otak akan mengaktifkan diri untuk menangkap dan memahami serpihan-serpihan
pengetahuan yang sedang ditebar.
Beda halnya kalau menganggap
diri sudah jagoan. Karena merasa sudah banyak tahu, otak malas bergerak. Ia
pasif menanggapi informasi yang beredar disekelilingnya, dan bisa itu adalah
hal baru yang sebenarnya berbeda dari yang ia pahami sebelumnya.
Nah, saat mengajar sepertinya
guru yang banyak memberi sesuatu. Dan memang demikian adanya, tidak salah.
Namun cobalah menjadi seorang pemula, seorang yang baru belajar. Berapa belas
atau berapa puluh tahun Anda mengajar, jangan jadikan sebuah kebanggaan saat
berada di kelas. Sebanyak apapun pengalaman Anda, tetaplah menjadi menjadi
seorang guru seperti halnya hari pertama masuk kelas.
Akan perbedaan besar saat merasa
sangat berpengalaman dengan saat merasa butuh banyak pengalaman (baca: pemula).
Seorang pemula akan banyak belajar. Ia akan mengaktifkan banyak sensor untuk
membuat dirinya lebih mampu. Seorang pemula akan selalu bergerak dan
menginstropeksi diri, belajar dari diri sendiri dan orang lain.
Sedangkan orang yang merasa
sangat berpengalaman akan merasa sudah
banyak makan asam garam (ga enak, ya...). Ia cenderung merasa sudah menguasai
banyak hal. Namanya juga berpengalaman. Kemudian ia hanya berkutat di seputar
dirinya saja. Dari hari ke hari ya begitu saja. Bisa jadi merasa stagnan.
Pengalaman belasan atau puluhan tahun tidak berarti apa-apa.
Guru itu sama dengan profesi
lainnya. Ia butuh inovasi, daya kreasi, kemampuan berpikir kritis-imajinatif.
Guru harus menyesuaikan diri dengan jiwa jaman. Masa terus bertumbuh dan
berkembang. Kemajuan diberbagai bidang harus diantisipasi dan dioptimalkan
dalam dunia pendidikan.
So, jangan puas dengan hanya
menjadi guru selama puluhan tahun. Bisa jadi pengalamannya Cuma satu tahun.
Jadilah guru baru setiap hari. Guru yang selalu belajar dan up to date. Guru
harus berlari, jangan terkencing-kencing saat murid sudah melesat jauh dengan
dunianya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar