Sabtu, 31 Desember 2016

5 Cara Membuat Anak Menjadi Penanya yang Hebat

                Akhir tahun adalah saatnya introspeksi. Seberapa mutu tingkat pengajaran kita? Membincangkan mutu pengajaran berarti kita berbicara tentang seberapa berkualitas pengajaran yang kita berikan. Apakah usaha kita sudah berdampak positif bagi perkembangan anak? Sejauh mana dampaknya? Atau seberapa efektifnya pembelajaran kita?
                Tentu saja ada beberapa hal yang membuat pengajaran kita menjadi lebih bermutu. Yang utama kita pahami adalah fungsi seorang guru adalah membelajarkan, bukan mengajar. Ada perbedaan antara membelajarkan dan mengajar.
                Mengajar bersifat satu arah, memberi sesuatu, transfer pengetahuan. Sedangkan pembelajaran berarti usaha untuk membuat siswa menjadi lebih mampu (berdaya) dengan mengembangkan kemampuan  belajarnya sehingga bukan hanya pengetahuan yang ia peroleh, tetapi juga keterampilan. Mengajar itu mengisi wadah kosong, sedangkan membelajarkan adalah adalah menyalakan api.
                Salah satu indikator bahwa anak berkembang kemmapuan dan ketrampilannya adalah munculnya pertanyaan-pertanyaan berkualitas. Guru seharusnya mampu mengondisikan anak didiknya supaya mampu membuat pertanyaan relevan dan berbobot.
                Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan seorang guru agar siswanya mampu bertanya dengan lebih baik.
1.    Buatlah Suasana yang Aman dan Nyaman
Rasa aman dan nyaman merupakan kebutuhan dasar yang dengannya anak akan lebih mudah memahami materi, mengembangkan ketrampilan, dan mengasah kemampuan.
Pada kondisi inilah anak bisa mengungkapkan ekspresinya secara bebas, termasuk bertanya.
2.    Buatlah Jadi Keren
Bertanya itu keren! Bertanya bukan tanda tidak tahu, bertanya itu tanda ingin tahu banyak hal. Kredo seperti itu perlu terus dialirkan dalam atmosfer pembelajaran di kelas. Bisa saja kita katakan ke anak-anak: “Orang yang keren adalah yang bisa bertanya dengan baik.”
3.    Buatlah Jadi Menyenangkan
Ajari anak bertanya sesuatu yang tidak terduga, yang aneh. Sesuatu yang aneh dan tidak terduga bukan saja menimbulkan rasa penasaran, tetapi juga menggairahkan. Misalnya, mengapa koran ukurannya sebesar itu? Atau, mengapa telinga gajah besa dan bisa digerak-gerakkan?
4.    Buatlah Jadi Berharga
Seremeh apapun pertanyaan, responlah dengan antusias. Kalaulah pertanyaannya tidak nyambung, bantulah dengan beberapa kata kunci dan minta anak untuk bertanya kembali. Intinya tidak murid yang bodoh, dan tentu saja tidak ada pertanyaan yang bodoh pula.
5.    Buatlah Jadi Menempel
Jadikan bertanya adalah sebuah kebiasaan. Sebuah budaya di kelas. Bertanya dengan cara yang benar, bertanya sesuai konteks pembelajaran, bertanya untuk mengukuhkan pengetahuan, bertanya untuk memuaskan kemelitan (rasa ingin tahu).

                Sudahkan Anda mempersiapkan diri menjadi guru yang lebih memberdayakan?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar