Akhir
tahun adalah saatnya introspeksi. Seberapa mutu tingkat pengajaran kita? Membincangkan
mutu pengajaran berarti kita berbicara tentang seberapa berkualitas pengajaran
yang kita berikan. Apakah usaha kita sudah berdampak positif bagi perkembangan
anak? Sejauh mana dampaknya? Atau seberapa efektifnya pembelajaran kita?
Tentu
saja ada beberapa hal yang membuat pengajaran kita menjadi lebih bermutu. Yang
utama kita pahami adalah fungsi seorang guru adalah membelajarkan, bukan
mengajar. Ada perbedaan antara membelajarkan dan mengajar.
Mengajar
bersifat satu arah, memberi sesuatu, transfer pengetahuan. Sedangkan
pembelajaran berarti usaha untuk membuat siswa menjadi lebih mampu (berdaya)
dengan mengembangkan kemampuan
belajarnya sehingga bukan hanya pengetahuan yang ia peroleh, tetapi juga
keterampilan. Mengajar itu mengisi wadah kosong, sedangkan membelajarkan adalah
adalah menyalakan api.
Salah
satu indikator bahwa anak berkembang kemmapuan dan ketrampilannya adalah
munculnya pertanyaan-pertanyaan berkualitas. Guru seharusnya mampu
mengondisikan anak didiknya supaya mampu membuat pertanyaan relevan dan
berbobot.
Inilah
beberapa hal yang bisa dilakukan seorang guru agar siswanya mampu bertanya
dengan lebih baik.
1.
Buatlah Suasana yang Aman dan Nyaman
Rasa aman dan nyaman merupakan kebutuhan
dasar yang dengannya anak akan lebih mudah memahami materi, mengembangkan
ketrampilan, dan mengasah kemampuan.
Pada kondisi inilah anak bisa
mengungkapkan ekspresinya secara bebas, termasuk bertanya.
2.
Buatlah Jadi Keren
Bertanya itu keren! Bertanya bukan tanda
tidak tahu, bertanya itu tanda ingin tahu banyak hal. Kredo seperti itu perlu
terus dialirkan dalam atmosfer pembelajaran di kelas. Bisa saja kita katakan ke
anak-anak: “Orang yang keren adalah yang bisa bertanya dengan baik.”
3.
Buatlah Jadi Menyenangkan
Ajari anak bertanya sesuatu yang tidak
terduga, yang aneh. Sesuatu yang aneh dan tidak terduga bukan saja menimbulkan
rasa penasaran, tetapi juga menggairahkan. Misalnya, mengapa koran ukurannya
sebesar itu? Atau, mengapa telinga gajah besa dan bisa digerak-gerakkan?
4.
Buatlah Jadi Berharga
Seremeh apapun pertanyaan, responlah
dengan antusias. Kalaulah pertanyaannya tidak nyambung, bantulah dengan
beberapa kata kunci dan minta anak untuk bertanya kembali. Intinya tidak murid
yang bodoh, dan tentu saja tidak ada pertanyaan yang bodoh pula.
5.
Buatlah Jadi Menempel
Jadikan bertanya adalah sebuah
kebiasaan. Sebuah budaya di kelas. Bertanya dengan cara yang benar, bertanya
sesuai konteks pembelajaran, bertanya untuk mengukuhkan pengetahuan, bertanya untuk
memuaskan kemelitan (rasa ingin tahu).
Sudahkan
Anda mempersiapkan diri menjadi guru yang lebih memberdayakan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar